Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2015

Desa Sumber Pakem

Desa ini adalah desa dimana saya ditempatkan untuk Kuliah Kerja Terpadu (KKT) pada tahun 2012. Banyak kisah, banyak pengalaman, banyak teman yang saya dapat dari KKT ini. Tidak terkecuali pemandangan alam yang masih alami, dimana Gunung Raung terlihat jelas ketika pagi hari. Desa ini memang termasuk desa yang letaknya dekat dengan kaki gunung Raung. Terletak di Kecamatan Sumber Jambe desa ini  memiliki banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan. Salah satunya adalah batik, kemudian kerajinan bambu (dupa), saya mugkin tidak akan bercerita banyak karena saya tidak pandai bercerita. Namun perkenankan saya untuk bercerita lewat poto yang saya abadikan.

Suasana halaman balai desa setelah hujan

Banner Kelompok 10 KKT Tahun 2012

Belalang sembah di halaman balai desa Sumber Pakem

Persawahan di depan balai desa

Jalanan di desa Sumber Pakem berlatar G. Raung

Penampakan pagar balai desa

PAUD "Durian 25" yang kami rintis bersama warga

Penampakan balai desa dari area persawahan

Pelangi di atas balai desa Sumber Pakem

Persawahan di depan balai desa dengan latar G. Raung

Sungai yang ada di desa Sumber Pakem

Salah satu hasil batik Sumber Pakem

Foto bersama siswa/i MA Baitul Azhar, Sumber Pakem

Foto bersama mahasiswa/i KKT Kecamatan Sumber Jambe bersama Camat Sumber Jambe

Korcam Sumber Jamber (kiri) dan Kordes Sumber Pakem di air terjun Rowosari
»»  Selengkapnya...

Misteri Tujuh Air Terjun Rowosari

Jember merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang terluas ke-3, dengan luasnya daerah ini tidak sedikit pula destinasi wisata alam. Namun hingga kini tidak begitu banyak wisata alam yang terkelola dengan baik, sehingga wisata alamnya banyak yang masih bener-bener "alam". Salah satunya adalah wisata Air Terjun Rowosari, lokasi ini saya kunjungi saat sehari setelah pelepasan KKT (Kuliah Kerja Terpadu) di Desa Sumber Pakem Kecamatan Sumber Jambe Kabupaten Jember pada tahun 2012. Saat itu saya diajak seorang teman KKT yang pada saat itu dia mengajak salah seorang perangkat desa.





Saat itu hari sabtu, 03032012 suasana markas (tempat tinggal kelompok KKT saya) benar-benar sunyi karena teman-teman yang lain sudah pulang. Saya lupa jam berangkatnya yang jelas saat itu sang surya telah menyinari kami. Saat itu adalah saat musim durian di daerah sana (di masa terakhir). Setelah menititpkan sepeda di salah satu perkampungan warga terakhir di desa Rowosari (masih satu kecamatan dengan desa KKT saya), kami melintasi kebun durian,...(bayangkan saja kita melewati banyak banget pohon durian, ratusan-ribuan kali ya :p ) untuk menuju lokasi air terjun....

Untuk menuju lokasi air terjun sangat tidak mudah,..kita mesti menuruni tebing untuk turun ke sungai, ya jalurnya lewat sungai,... tebing kanan kiri keren dan buat saya merinding kalo-kalo ada apa-apa kek banjir, gempa... tidak lama kemudian kami sampai di air terjun rowosari yang pertama,...yang pertama,...total semuanya ada tujuh,... banyak cerita bahwa sedikit orang yang bisa melihat sampai tujuh air terjun itu...salah satu sebabnya adalah akibat banjir yang menyebabkan kondisi jalur tidak memungkinkan untuk dilewati..







Kami akhirnya sampai di air terjun ketiga dan itu adalah yang terakhir bagi kami, karena sudah merasa tidak mungkin lagi menyelesaikan destinasi ketujuh. Jalur yang licin dan berbahaya membuat kami berputar 180 derajat. Namun setidaknya kami telah berusaha dan bisa melihat hampir separo tujuh cucuran air yang memang tidak banyak orang tahu (semoga dengan saya menulis, banyak orang menjadi tahu hehe). Hingga kini air terjun itu masih menjadi sebuah misteri bagi saya karena tidak bisa menuntaskan sampai yang ke tujuh.















»»  Selengkapnya...

Minggu, 11 Oktober 2015

Belajar Teruslah Belajar

 Pada bulan Juni 2015, saya lupa tanggalnya :p ketika mengantar adik ke salah satu dinas di Kabupaten Jember, saya menjumpai beberapa burung Bondol Haji atau Emprit Haji atau Pipit Haji atau Peking Kaji atau Lonchura maja atau White-headed Munia yang terbang ke sana kemari. Lalu saya tersadar di tanah (pavingan) ternyata ada dua ekor burung yang masih anak-anak dan sedang belajar terbang. Ternyata itu adalah anak dari burung Emprit Haji. Orang tua Si Emprit Kecil tampak enggan turun ke bawah karena ada saya di situ. Kemudian saya berlagak kayak cameraman national geo :p diam tak bergerak agar sang hewan tak merasa terganggu. Dan akhirnya saya pun merekamnya dalam video :)

Video pertama


Video kedua


Video ketiga


Dalam kehidupan ini kita tidak pernah diajarkan untuk berhenti belajar. Proses belajar itu dimulai ketika kita sudah berada di rahim ibunda kita hingga ajal menjemput kita. Saat kita masih bayi, kita hanya bisa menangis meraung-raung, namun kini kita bisa melakukan banyak hal (termasuk bisa membaca blog ini :p ). Dan saat usia tua datang pun kita tak bisa melepas dari proses belajar, salah satu contohnya adalah dengan semakin maju dan canggihnya teknologi membuat banyak orang tua yang belajar bagaimana mengoperasikan gadget. Belajar itu mudah asal kita mau. Belajar itu bukan melihat siapa yang mengajari tapi apa yang bisa kita dapat dari siapapun itu. Yuk Belajar :)

»»  Selengkapnya...

Tetangga Pantai Watu Ulo

Pantai Watu Ulo adalah pantai legenda yang berada di Kabupaten Jember. Pantai ini merupakan pantai yang legendaris dimana dulu banyak orang yang mengunjungi "ekor ular" ini. Namun kini jarang orang yang datang ke tempat ini. Karena kini ia punya "tetangga baru yang lebih hijau" yang lebih disukai banyak orang yaitu pantai Pasir Putih Malikan atau terkenal dengan Papuma.


 Sumber gambar: www.flickr.com

Berbeda dengan Watu Ulo. Saya tidak akan membahas kelebihan atau kekurangan dari kedua pantai ini. Saya hanya akan menunjukkan video pantai papuma yang saya unggah di youtube. Biarkan anda sendiri nantinya yang akan menilai seperti apa papuma. :)

Ini yang pertama


Ini yang kedua


Ini yang terakhir

Bagaimana??? Mau kesana???


»»  Selengkapnya...

Sabtu, 14 Maret 2015

Hotel Bima (Jember Masa Lalu)

           Jika anda warga Jember atau pernah tinggal di Jember atau pernah ke Jember, pernahkah anda mendengar nama apotek bima? Ya apotek yang sudah berdiri sejak lama di Jember itu adalah salah satu sejarah yang ada di Jember yang masih eksis sampai sekarang. Selain ada apotek bima, ada juga hotel Bima, namun sayang kiprahnya tidak bisa sepanjang umur apotek bima. Hotel Bima yang dulu bertempat di tengah kota Jember ini kini berubah menjadi sebuah toko besar bernama Nico Busana. Sejujurnya saya sudah tidak ingat lagi kapan pastinya perubahan hotel bima itu menjadi Nico Busana. Yang pasti saat saya masih SD, Hotel Bima masih ada. Berikut penampakan Nico Busana yang dulu Hotel Bima, secara fisik (dari luar) tidak ada yang berbeda


»»  Selengkapnya...

My Profil